Nurhasanah, Fasilitator Lokal Posted December 20, 2014 by kocida

Off

Tujuh lembar kertas disusun rapih dengan tulisan tangan. Beberapa bagian dicoret, tapi masih terlihat rapih. Sejak pukul sebelas siang, lembaran kertas itu dibolak-balik oleh Nurhasanah, Alumni Training Of Trainer pengelolaan keuangan keluarga yang diselenggarakan KOCIDA pada November lalu. Lembaran itu merupakan hasil ringkasan Nurhasanah selama pelatihan berlangsung. “Hari ini saya bakal belajar bareng sama anggota tentang pengelolaan keuangan keluarga.” Katanya.

Nurhasanah adalah satu dari 30 anggota yang sumringah saat mengikuti Training Of Trainer pengelolaan keuangan keluarga. Ia pun termasuk peserta yang fokal saat pelatihan berlangsung. Peluang untuk meraup ilmu sebanyak-banyaknya begitu ia gunakan dengan baik. Dan itu ia buktikan dengan mempraktikannya bersama anggotanya AL-Waali dan AL-Jami’ di Kampung Babakan pada Senin 15 Desember lalu.

Ditemani beberapa staff KOCIDA, Nurhasanah tampak semangat memaparkan materi yang sudah ia siapkan melalui tujuh lembar kertas itu. Ia juga tak segan-segan meminta staff KOCIDA untuk belajar bersama anggotanya. Di awal sesi, Nurhasanah belum banyak bicara mengenai pengelolaan keuangan. Justru ia mengajak para peserta untuk bermain games. Bukan sekedar games. Adapaun Games yang diusuguhkan Nurhasanah sangat unik. Merangsang para peserta untuk selalu konsentrasi.

Menurut Nurhasanah, hal ini penting dilakukan untuk mencegah kesuntukan peserta pelatihan. “Apalagi persertanya kebanyakan ibu-ibu, kalau gak ada permainan, mereka bakal suntuk” katanya. Pada sesi selanjutnya, Nurhasanah menerangkan pentingnya memahami perbedaan antara tujuan dan sasaran dalam pengelolaan keuangan. Sebab, jika hal itu tak diperhatikan serius, akan berdampak pada sulitnya dalam mencapai sebuah keinginan.

Nurhasanah menjelaskan, selama ini banyak ibu-ibu yang tak cukup tahu antara sasaran dan tujuan dalam pengelolaan keuangan. “Prinsipnya, sasaran adalah cara untuk mencapai tujuan sedangkan tujuan adalah keinginan yang harus tercapai.” Terang Nurhasanah. Pada akhir sesi, Nurhasanah mengajak peserta untuk membuat rencana anggaran keluarga. Selain itu, ia juga berpesan kepada para peserta untuk cermat dalam mengatur keuangan keluarga. (KCD)