Pentingnya Menyusun Anggaran Keluarga Posted December 20, 2014 by kocida

Off

Ada anggapan keliru bahwa keluarga yang ekonominya menengah kebawah dinilai tak mampu menabung. Anggapan itu muncul karena terjadi adanya ke tak seimbangan antara pendapatan dan pengeluaran yang terjadi dalam keuangan keluarga. Meski demikian, anggapan itu tetap saja tak berlaku bagi Nurhasanah.

Bagi ibu rumah tangga seperti Nurhasanah, menabung bukan hal yang rumit, walaupun pendapatan keluarga sedikit. Selama ini banyak orang merasa jika pendapatan sedikit jangankan menabung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun tak cukup. “Sebenarnya pandangan itu tak salah dan wajar jika terjadi” kata Nurhasanah saat menjadi fasilitator dalam pelatihan keuangan di kelompok AL-Waali dan AL-Jami’ di Kampung Babakan pada Senin 15 Desember lalu.

Nurhasanah mengungkap, pandangan-pandangan semacam itu terjadi sebab tak mengetahui cara mengatur keuangan dengan bijak. Jika sudah demikian, tak sedikit yang mengambil jalan berhutang. “Kalau begini terus kapan majunya?” tandas perempuan kelahiran Bogor itu. “Solusinya, mulai saat ini kita harus buat anggaran keluarga” katanya kepada para peserta pelatihan.

Menurut Nurhasanah, membuat anggaran keluarga sangatlah penting, agar tak timbul masalah keuangan keluarga. Selain itu, membuat anggaran keluarga juga bagian dari melatih diri untuk mengeluarkan uang secara bijak dan cerdas. Dengan demikian sebagian pendapatan dapat ditabungkan.

Hal yang pertama dilakukan adalah dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran keluarga. Seperti, menjumlahkan penghasilan antara suami dan istri serta penghasilan lain-lain. Setelah itu ketahui pengeluaran keluarga. Seperti, kebutuhan dapur, listrik, telepon, asuransi, cicilan kartu kredit dan sebagainya.

Setelah mengetahui pemasukan dan pengeluaran, cobalah untuk disiplin terhadap pencatatan tersebut sehingga mengetahui secara rinci pemasukan dan pengeluaran keluarga. “Jika tersistem sedemikian rupa, ini akan memudahkan kita untuk mencapai tujuan-tujuan yang sudah kita siapkan.” Katanya.

Nurhasanah juga mengatakan, penganggaran itu fungsinya untuk kontrol. Dalam hal pengeluaran harus ada batasnya, jangan sampai tak terkendali. Dan semua harus tercatat dengan rinci. Bila terjadi pengeluaran yang melebihi batas bisa diketahui pada pos mana dan siapa yang menghabiskan anggaran. “Jangan samapai lebih besar pasak dari pada Tiang” tuturnya tersenyum. (KCD)